Sorot

Sepak Terjang PT. Tiran Mineral di Konut, Diduga Menambang Ilegal di Konsesi PT. CDS dan PT. Celebes

Sepak Terjang PT. Tiran Mineral di Konut, Diduga Menambang Ilegal di Konsesi PT. CDS dan PT. Celebes

Keterangan Gambar : Alat berat milik kontraktor mining yang tengah melakukan pengerukan ore nikel di wilayah IUP PT. CDS atas perintah PT. Tiran Mineral. Foto: ist.

Sorotan terhadap PT. Tiran Mineral tak ada habisnya. Perusahaan tambang milik mantan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ini diduga kuat melakukan penambangan ilegal alias ilegal mining di kawasan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Bagaimana tidak, anak perusahaan Tiran Grup ini disinyalir telah melakukan penyerobotan lahan milik PT. PT. Cipta Djaya Surya (CDS).

Penelusuran tim Sultrust.id, PT. Tiran Mineral diduga melakukan penambangan ilegal di wilayah IUP PT. CDS dengan memerintahkan kontraktor mining untuk mengeruk ore nikel di lahan konsesi tersebut.

Dugaan itu terbukti saat Humas PT. CDS, Ashari bersama beberapa wartawan turun lapangan, melakukan kroscek.

Di lapangan, ditemukan sejumlah alat berat nampak tengah melakukan aktivitas pengerukan di lahan konsesi milik PT. CDS.

Saat ditanyai wartawan, operator alat berat tersebut mengaku hanya kontraktor dan bekerja atas perintah PT. Tiran Mineral.

Humas PT. CDS, Ashari mengatakan, bahwa kegiatan penambangan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Padahal, PT. CDS tak pernah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk siapa pun di lahan konsesinya itu.

Ashari menambahkan, PT. Tiran Mineral masih saja tak menunjukkan etikat baiknya untuk melakukan pertemuan dengan pihak PT. CDS selaku pemilik konsesi.

“Kami heran dengan yang dilakukan PT. Tiran Mineral, masuk melakukan kegiatan di wilayah konsesi IUP PT. CDS. Aktivitas itu sudah berlangsung selama tiga bulan, kami juga sudah beberapa kali menyampaikan namun dari pihak PT. Tiran Mineral tidak perduli, namun kami dari pihak PT CDS tidak menutup mata,” ujar Ashari, Sabtu (2/10).

Pada dasarnya, lanjut Ashari, PT. CDS menerima jika ada pihak yang mau bekerja sama, namun selama ini PT. Tiran Mineral tak pernah menemui pemilik IUP.

Parahnya lagi, kata Ashari, pihak PT. Tiran Mineral hanya selalu mengelak tanpa dasar, padahal fakta lapangan menunjukan ada aktivitas.

“Hingga saat ini PT. CDS tidak pernah mengeluarkan SPK kepada pihak manapun, dan PT. CDS juga tak pernah menerima surat dari PT Tiran Mineral terkait aktivitas mereka. Jika seperti itu, berarti pihak PT Tiran Mineral bisa dikatakan menerobos konsesi IUP milik PT. CDS,” jelasnya.

Humas PT. Tiran Mineral, La Pili yang dikonfirmasi via selulernya membantah adanya dugaan penyerobotan lahan milik PT. CDS oleh PT. Tiran Mineral.

“Ah, ndak ada itu (penyerobotan lahan milik PT. CDS,” ucap mantan anggota DPRD Provinsi Sultra ini.

La Pili menyebutkan, kawasan yang digarap pihaknya merupakan wilayah industri PT. Tiran Mineral yang telah memiliki kelengkapan dokumen perizinan dari kementerian terkait.

“Sudah selesai itu. Nggak ada, hanya miskomunikasi aja, penyerobotan nggak ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT. Tiran Mineral juga disoroti publik, karena diduga telah melakukan penambangan ilegal di kawasan eks IUP PT. Celebes Pasific Mineral.

About Author

admin