News

PT. SJSU Diduga Kuat Palsukan Dokumen Pertambangan

PT. SJSU Diduga Kuat Palsukan Dokumen Pertambangan

Keterangan Gambar :

Presidium Komisi Pemerhati Pertambangan dan Lingkungan (Koppral), Muh. Arjuna beberkan pemalsuan dokumen pertambangan yang diduga dilakukan PT. Sinar Jaya Sultra Utama (SJSU).

Pemalsuan dokumen tersebut terkait dalam aktivitas eksplorasi dan penjualan ore nikel di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Aktivis asal Konawe ini membeberkan, bahwa pihaknya mengantongi sejumlah data dan dokumen dugaan penggunaan dokumen perusahaan berbeda dengan IUP yang menjadi wilayah konsesi pertambangan PT. SJSU.

“Kami menduga PT. SJSU ini menggunakan dokumen perusahaan berbeda dengan dengan IUP yang menjadi wilayah konsesi pertambangannya, atau bisa juga kita katakan dugaan pemalsuan dokumen. Kami memiliki data berkaitan dengan perusahaan tersebut,” ujar Muh. Arjuna kepada Hallosultra, Jumat (29/10/021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa pada 2011 lalu, Bupati Konawe yang saat itu masih dijabat oleh Lukman Abunawas menandatangani IUP PT. SJSU, tentang persetujuan peningkatan IUP eksplorasi menjadi IUP operasi produksi, dengan luas wilayah 732,2 hektare, yang bertempat di Kecamatan Pondidaha.

Namun, kata pria yang populer dengan sapaan Juna ini, pada 2017 lalu, wilayah IUP perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT. Konut Jaya Mineral, dengan wilayah yang sama dan luasan yang sama yaitu 732,2 hektare di Pondidaha.

Pada 2018, PT. SJSU justru ktif dan nampak leluasa melakukan penambangan di wilayah Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Padahal, wilayah IUP yang sebenarnya berada di Pondidaha, Kabupaten Konawe.

Juna menyebutkan, perusahaan tersebut telah melanggar UU nomorĀ  3 tahun 2020 tentang perubahan UU nomor 4 tahun 2009, pasal 263 KUHP.

“Dugaan ini kami akan laporkan ke pihak Mabes Polri, Kejaksaan Agung RI dan Kementrian ESDM,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan PT. SJSU, Satria yang dikonfirmasi via WhatsApp membantah dugaan pemalsuan dokumen yang dialamatkan kepada pihaknya.

“Semua IUP kita terdaftar jelas di Modi dan Momi,” tulisnya membalas chat yang dikirim awak media ini melalui WhatsApp. (m2/ik)

About Author

admin