News

Merasa Dekat Dengan Kapolda, PT ACI Leluasa Lakukan Pembuangan OB di Lahan Masyarakat

Merasa Dekat Dengan Kapolda, PT ACI Leluasa Lakukan Pembuangan OB di Lahan Masyarakat

Keterangan Gambar : Aktivitas barging PT ACI di wilayah IUP PT RJL, Kolaka Utara (Kolut). Foto: Ist.

PT Aura Crausher Indo (ACI) yang beraktivitas di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Riota Jaya Lestari (RJL) diduga melakukan intimidasi terhadap masyarakat pemilik lahan yang dijadikan pembuangan OB.

Sulkarnain selaku kuasa pemilik lahan mengatakan, bentuk intimidasi yang dilakukan pihak PT ACI yakni melalui pernyataan pimpinan manajemen perusahaan tersebut, bahwa H. Ari selaku pemilik PT ACI dekat dengan Kapolda.

 

Menurut Sulkarnain, meski tak menyebutkan wilayah administrasi Kapolda yang dimaksud, namun aktivitas penambangan PT ACI berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sehingga, Sulkarnain berkesimpulan bahwa yang dimaksud pihak perusahaan adalah Kapolda Sultra.

“Hal itu di buktikan dengan chat via whatsApp salah satu masyarakat yang di balas oleh pimpinan manajemen perusahaan, bahwa H. Ari memilki kedekatan dengan Kapolda, sehingga pihaknya merasa kuat untuk leluasa menguasai lahan milik masyarakat,” ujar Sulkarnain kepada Sultrust.id, Selasa (30/11).

Pria berperawakan kecil ini juga menegaskan, bahwa dirinya tidak takut dengan siapapun, apalagi hal tersebut menyangkut haknya dan kewajiban pihak H. Ari.

“Saya tidak takut sama siapapun, ini soal hak kami dan kewajiban mereka, sebaiknya ini diklarifikasi oleh Kapolda sendiri biar menghilangkan stigma negatif masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya lagi, meski telah ada perjanjian tertulis antara pemilik lahan dan pihak perusahaan yang diwakili oleh utusan H. Ari, namun pihak PT ACI masih enggan untuk menunaikan kewajibannya sesuai perjanjian tersebut.

Sulkarnain mengaku, bahwa dirinya telah melakukan upaya yang terbaik untuk memediasi sehingga ada kesepakatan tertulis.

“Ya kami sudah lakukan upaya terbaik biar ada solusi, tapi memang H. Ari ini tidak punya niatan baik, tidak komitmen dan ini bisa memancing konflik terhadap masyarakat, ” ungkapnya.

Ketua Umum HMI kendari itu membeberkan bahwa terkait terminal khusus (Tersus) yang digunakan, pihaknya menduga tidak memenuhi syarat untuk operasi. Sehingga, tidak semestinya pihak Syahbandar memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

“Sebenarnya bukan hanya persoalan lahan masyarakat itu, namun tersusnya PT. Riota itu kami lihat tidak memenuhi syarat untuk operasi jadi mestinya tidak boleh terbit SPB,” bebernya.

Lebih lanjut, aktivis asal Konawe itu menyebutkan, persoalan asal barang ini juga harus jadi catatan khusus buat ESDM, jangan sampai lagi ada pemalsuan asal barang.

“Karena ini akan kami telusuri dengan teliti, tambahnya.

Pria yang populer dengan sapaan Sul ini meminta pihak Polda Sultra agar secepatnya memanggil H. Ari, terkait pernyataan yang membawa nama Kapolda dalam urusan pertambangannya.

“Saya harap Kapolda memanggil H. Ari, biar kita tidak salah paham kepada bapak Kapolda baru ini,” pintanya.

Sementara itu, pemilik PT ACI, H. Ari yang di konfirmasi via telpon WhatsApp mengaku tak tahu menahu soal aktivitas penambangan di wilayah IUP PT RJL.

“Di mana itu, enggak tahu saya mas,” ucapnya.

Bahkan, dalam percakapan awak Sultrust.id tersebut, H. Ari mengaku sedang berada di Morowali.

Pengakuan H. Ari yang sedang berada di Morowali justru dibantah salah satu karyawan PT ACI, Hendra.

Hendra menyampaikan, bahwa H. Ari masih berada di wilayah Kolaka Utara (Kolut). Bahkan, pemilik perusahaan tersebut sempat mendatangi pemilik lahan di lokasi penambangan.

Hendra juga membenarkan chat WhatsApp yang dikirimkan ke salah seorang warga, bahwa H. Ari dekat dengan Kapolda.

Hendra juga menyampaikan alasannya mengatakan bahwa H. Ari dekat dengan Kapolda. Sebab, anggapannya selama ini penambang dekat dengan aparat kepolisian, sehingga bisa leluasa melakukan penambangan.

“Saya hanya beranggapan, yah bos-bos seperti itu mana bisa menambang kalau tidak dekat-dekat dengan mereka-mereka (aparat). Yah itu anggapan saya, betul atau tidaknya, yah kalau betul berarti memang begitu, kalau tidak berarti saya salah menduga,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, bahwa oknum aparat kepolisian kerap mendatangi wilayah IUP PT RJL. Bahkan, beberapa bulan lalu masih ada juga oknum aparat polisi yang mendatangi wilayah IUP PT RJL.

Hendra juga menyebutkan, salah satu nama oknum aparat yang pernah mendatangi wilayah IUP PT RJL adalah Usman.

“Di sini sering datang (oknum aparat kepolisian) pak. Sering di foto-foto di sini, saat kita berkegiatan di sini pak,” pungkasnya. (m2/ik)

About Author

admin