News

Masih Proses Lelang, Proyek di UHO Sudah Dikerjakan Kontraktor

Masih Proses Lelang, Proyek di UHO Sudah Dikerjakan Kontraktor

Keterangan Gambar : Ketgam : Salah satu item pekerjaan di UHO Kendari yang sudah mulai dikerjakan, padahal masih dalam tahap lelang. Foto : Dok. SCW untuk Sultrush.

Sultra Corruption Watch (SCW) menemukan dugaan “permainan” sejumlah oknum dalam proses lelang bafrang dan jasa di lingkup Universitas Halu Oleo (UHO) kendari tahun anggaran 2020. Hal yang paling mencengangkan adanya penyedia (perusahaan kontraktor) yang curi start untuk memulai pekerjaan, ketika proses lelang masih sementara berjalan.

Direktur SCW, Abdul Rahim menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya, setidaknya ada tiga kegiatan yang curi start.

“Kami belum bisa memastikan berapa kegiatan yang curi start, karena sampai hari ini mereka belum memasang papan proyek, tidak mungkin ada kontraktor berani memulai pekerjaan tanpa restu orang kuat di dalam,” tegas Abdul Rahim, Kamis (3/12).

Adanya kegiatan yang curi star itu diketahui setelah SCW saat melakukan investigasi pada saat masa sanggah. Dari investigasi itu, didapat informasi dari salah satu buruh yang berhasil diambil keterangannya, bahwa mereka sudah kerja sekitar satu minggu, berarti pekerjaan sudah dimulai sebelum adanya penetapan pemenang.

“Ini persekongkolan yang sangat nampak di pertontonkan depan mata publik,” geram Abdul Rahim.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa modus persekongkolannya juga dilakukan dengan cara penambahan waktu upload dokumen penawaran dari batas waktu yang sebelumnya sudah di tentukan. Tujuannya, untuk meloloskan penyedia yang diinginkan Pokja.

“Walaupun kemudian paket tersebut di batalkan oleh PPK setelah Pokja mengumumkan pemenang, kami duga itu justru langkah panik PPK. Dalam alasan pembatalan paket tersebut disebutkan karena waktu pelaksanaan pekerjaan tidak memungkinkan lagi, Inikan alasan yang tidak konsisten,” ungkap Direktur SCW.

Dia menegaskan, bahwa ketidak konsistenan itu dikarenakan ada delapan paket kegiatan lain dengan waktu lelang dan masa kerja yang bersamaan.

“Harusnya, apabila PPK konsisten dengan alasan itu, maka delapan paket itu juga mestinya dibatalkan,” mantan Ketua BEM Teknik UHO ini.

Saat ini, SCW sedang mengawasi delapan paket yang sedang berjalan, sejak proses lelang sampai pelaksanaan akan dalam pengawasan khusus. Dokumen proyek seperti gambar, spesifikasi teknis, termasuk BOQ sudah dipegang. SCW juga sudah mengetahui modus antara PPK dan kontraktor setiap akhir tahun.

“Kita lihat saja nanti. Setiap hari tim kami memantau progres delapan paket tersebut, dan semua dugaan pelanggaran lelang pengadaan barang dan jasa di lingkup UHO akan dijadikan kado Hari Anti Korupsi Sedunia, pada 9 Desember 2020 nanti di kepolisian,” pungkasnya. (p2/ik)

About Author

admin