News

Bangun Sutet, PT. OSS Serobot Lahan Warga Desa Porara

Bangun Sutet, PT. OSS Serobot Lahan Warga Desa Porara

Keterangan Gambar : Ketgam : Puluhan warga Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konut mengadu ke DPRD Provinsi Sultra, terkait penyerobatan lahan milik mereka yang di lakukan oleh PT. OSS. Foto: Dok. Sultrush.

PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) kembali melakukan peyerobotan lahan milik warga. Kali ini, giliran warga Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe yang merasakan sikap arogansi perusahaan asing asal Tiongkok itu.

Berdasarkan keluhan warga ke pihak DPRD Provinsi Sultra, PT. OSS tiba-tiba melakukan pembentangan kabel untuk pembangunan Sutet. Kabel dan tiang Sutet melintasi kawasan tambak milik warga setempat. Anehnya, tak ada proses komunikasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembentangan kabel.

Salah seorang pemilik lahan, Yusuf Buhaera mengatakan, perusahan asing tersebut terkesan mengeyampingkan keberadaan pemilik lahan. Pasalnya, aktivitas proyek sutet tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi ke warga selaku pemilik lahan.

Menurutnya, PT. OSS tak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, perusahaan tersebut melanggar hasil kesepakatan bersama saat pertemuan di Hotel Claro Kendari, agar pemasangan sutet dihentikan dulu, tetapi tidak dihentikan.

Yusuf juga menambahkan, bahwa dirinya bersama pemilik lahan lainnya kaget, karena PT. OSS tiba-tiba membentangkan kabel Sutet yang melintasi lahan mereka. Olehnya itu, Ia dan warga lainnya berharap agar DPRD Provinsi segera memanggil pihak perusahaan, guna mencari solusi yang tepat dan tak merugikan pemilik lahan.

“Sama sekali tidak ada komunikasi dan sosialisasi dari pihak perusaan untuk pemasangan sutet. Bahkan, pada 22 November kemarin, kami mendapati salah satu karyawan perusahaan yang sedang melakukan penarikan kabel di lahan kami. Harapan kami kepada pihak DPR agar memanggil PT. OSS untuk mencari titik temu mengenai pemasangan sutet milik PT. OSS,” ungkapnya, saat ditemui di gedung DPRR Provinsi Sultra, Rabu (2/12).

Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPR Provinsi Sultra, Sudirman mengatakan, bahwa pihaknya akan memangggil PT. OSS dan pihak terkait untuk medengarkan keluhan para pemilik lahan, sehingga ada solusi dari persoalan tersebut.

“Insha Allah pertengahan bulan ini, kita akan memanggil pihak perusahaan, pemilik lahan dan instansi terkait lainnya. Nanti kita akan mencari solusinya, apakah mengganti rugi ataukah dihentikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, berdasarkan keterangan dari para pemilik lahan, PT. OSS melaksanakan pembangunan sutet tanpa melakukan komunikasi sebelumnya kepada masyarakat setempat. Tiba-tiba, pihak perusahaan hanya menilai dari materi (ganti rugi).

“Mekanisme yang benar itu, seharusnya ada komunikasi dulu dengan warga setempat, bahwa akan di bangun sutet yang akan melintasi lahan warga. Dalam waktu dekat ini, kita akan memangil pihak-pihak terkait,” jelasnya. (p4/ik)

About Author

admin